TIMESINDONESIA.MY.ID - Komunitas Mercedes Jip Indonesia (MJI) menyuguhkan cara unik dalam menikmati warisan sejarah kepulauan Nusantara melalui kegiatan bertajuk Royal Heritage Touring. Agenda petualangan ini tidak sekadar menjadi ajang berkendara, melainkan sebuah ekspedisi budaya yang menghubungkan para pencinta otomotif dengan situs-situs bersejarah di sepanjang Pulau Jawa hingga Pulau Dewata.

Dikutip dari AutonetMagz.com, kegiatan touring ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang mengendarai kurang lebih 50 unit kendaraan Mercedes Jip dari berbagai penjuru tanah air. Selama sepuluh hari penuh, iring-iringan kendaraan tangguh tersebut melintasi beragam rute terpilih untuk menggali narasi sejarah, mulai dari jejak kerajaan masa lampau hingga kehidupan masyarakat pesisir.

Perjalanan sarat edukasi budaya ini diawali dengan mengunjungi sejumlah pusat kebudayaan Jawa, seperti Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, dan Pura Mangkunegaran di Surakarta. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanannya menuju kawasan Trowulan di Mojokerto guna melihat peninggalan kemegahan era Kerajaan Majapahit secara langsung.

Memasuki wilayah Bondowoso, rombongan MJI mengombinasikan agenda pelestarian lingkungan dengan aktivitas luar ruang melalui light off-road di sekitar Kawah Wurung. Selain menikmati keindahan panorama alam perbukitan, para anggota komunitas juga menggelar kegiatan bakti sosial untuk membantu masyarakat di kawasan Taman Galuh.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Kabupaten Banyuwangi dengan mengeksplorasi keteduhan hutan De Djawatan di Benculuk serta Pelabuhan Muncar. Petualangan di ujung timur Pulau Jawa ini semakin menantang saat konvoi memasuki jalur lintas alam (cross country) di kawasan Banyuwangi bagian selatan.

Di medan berbatu, tanjakan terjal, dan turunan tajam tersebut, keandalan armada serta ketahanan fisik peserta diuji secara maksimal. Lebih dari sekadar uji performa mesin, jalur ekstrem ini berhasil mempererat rasa persaudaraan antaranggota yang saling bahu-membahu memastikan setiap kendaraan dapat melewati rintangan dengan aman.

Setelah menyeberang ke Pulau Bali, ekspedisi diarahkan menuju kawasan Black Lava di Gunung Batur yang memiliki lanskap vulkanis memukau. Rombongan selanjutnya bergerak melintasi Ubud dan Kabupaten Klungkung, sebelum akhirnya menyelesaikan seluruh rangkaian agenda sepuluh hari tersebut dengan acara Malam Katana di Kuta.

"Bukan sekadar kegiatan berkendara di jalan raya, touring ini menjadi sarana menyelami sejarah, kebudayaan, keindahan alam Nusantara, sekaligus memperkokoh tali persaudaraan," tulis Ardaniel Fachrulrazi.

Kelancaran agenda Royal Heritage ini terwujud berkat kolaborasi dan dukungan luas dari berbagai mitra, antara lain BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, we.the.fork, Beras New Sumo, Beras Putri Koko, Indonesia Power, Appipa Indonesia, Titis.sampurna, Seventofivecafe, MFS Lawfirm, Bintang Tribhuana Jaya, Inkalum, Herbamojo, Prececion Pipe Indonesia, dan Dream Wheel Project.