TIMESINDONESIA.MY.ID - JAKARTA, Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendesak pemerintah untuk memprioritaskan peningkatan kesejahteraan guru. Usulan ini mencuat setelah adanya rencana pengalihan anggaran pendidikan yang sebelumnya diperuntukkan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan bahwa sekitar Rp 238 triliun anggaran pendidikan tidak akan lagi digunakan untuk program MBG. Dana tersebut kini diusulkan untuk dialokasikan demi menaikkan gaji dan tunjangan bagi para pendidik di seluruh Indonesia.

Lalu Hadrian Irfani mengemukakan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan guru merupakan hal yang mendesak. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang sebelumnya telah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan hakim dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Contoh, gaji guru. Ini benar-benar kami titip agar pemerintah juga betul-betul punya keinginan kuat untuk menaikkan gaji guru," ujar Lalu Hadrian saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (13/8/2026).

Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa ini menekankan pentingnya kesejahteraan guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa. Ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan peningkatan gaji dan tunjangan guru.

"Hakim sudah diperhatikan, TNI sudah diperhatikan, nah sekarang guru juga harus diperhatikan," tambahnya, menegaskan urgensi perhatian terhadap profesi guru.

Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh pimpinan Komisi X DPR RI, alokasi anggaran pendidikan yang tidak lagi terpakai untuk program MBG diperkirakan mencapai angka fantastis Rp 238 triliun.

Perhitungan tersebut didasarkan pada postur anggaran pendidikan yang telah ditetapkan untuk tahun anggaran 2026. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk perbaikan nasib para guru.

Dikutip dari Kompas.com, usulan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan kualitas dan motivasi para pengajar, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan nasional secara keseluruhan.