TIMESINDONESIA.MY.ID - Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sufmi Dasco Ahmad, menyuarakan keprihatinannya mengenai penanganan korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang terjadi sepanjang periode 2023 hingga 2024. Ia menilai bahwa upaya penanganan yang dilakukan belum mencapai tingkat yang maksimal.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dasco saat dirinya memberikan sambutan dalam acara penting yang menandai peluncuran Dana Bantuan Korban (DBK). Dana ini secara khusus diinisiasi oleh Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan dukungan kepada para korban kekerasan seksual.
Dasco mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan, yaitu adanya 3.691 korban tindak pidana kekerasan seksual selama kurun waktu 2023-2024. Ia secara tegas menyatakan bahwa penanganan terhadap para korban ini belum berjalan secara optimal.
"Bagaimana kemudian di tahun 2023-2024 itu ada 3.691 korban tindak pidana kekerasan seksual yang ini kemudian penanganannya sangat tidak maksimal," ujar Sufmi Dasco Ahmad.
Meskipun demikian, Dasco tidak merinci lebih lanjut mengenai faktor-faktor spesifik yang menyebabkan penanganan tersebut dianggap belum maksimal. Ia hanya memberikan gambaran umum terkait kendala yang dihadapi.
Beliau menambahkan bahwa terdapat berbagai alasan yang melatarbelakangi kondisi tersebut, salah satunya adalah keterbatasan dukungan pendanaan yang diperlukan untuk berbagai aspek penanganan korban.
"Dikarenakan satu dan lain hal termasuk dukungan pendanaan," tegas Sufmi Dasco Ahmad.
Oleh karena itu, Dasco mengaku merasa terenyuh dan tersentuh hatinya ketika menyaksikan LPSK mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan Dana Bantuan Korban (DBK). Inisiatif ini diharapkan dapat membantu memenuhi hak-hak para korban TPKS.
Acara peluncuran Dana Bantuan Korban (DBK) untuk korban kekerasan seksual yang diinisiasi oleh LPSK tersebut diselenggarakan di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Momen ini menjadi penanda penting dalam upaya perlindungan korban.