TIMESINDONESIA.MY.ID - Otoritas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi mengumumkan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Semeru mulai Rabu (26/8/2026). Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap munculnya titik api di kawasan hutan Blok Ranu Kembang.

Munculnya kebakaran hutan di area tersebut memaksa pengelola untuk membatasi akses demi meminimalisir risiko bagi para pendaki. Kondisi lapangan yang dinilai berbahaya membuat penutupan akses menjadi opsi paling tepat saat ini.

Dikutip dari detikJatim, pihak pengelola menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan sterilisasi kawasan dari pengunjung. Penutupan ini berlaku hingga kondisi di lapangan dinyatakan aman kembali oleh tim terkait.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan alasan mendasar di balik keputusan penghentian aktivitas pendakian tersebut. Tindakan ini merupakan prosedur standar untuk melindungi keselamatan jiwa pengunjung.

"Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian, pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan, dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan pengunjung," ujar Rudijanta Tjahja Nugraha.

Proses pemadaman kebakaran saat ini sedang diupayakan secara maksimal oleh tim gabungan yang terjun langsung ke lokasi. Fokus tim adalah melokalisasi api agar tidak merembet ke titik pendakian lainnya yang lebih luas.

Selain memadamkan api, tim gabungan juga memastikan seluruh pendaki yang berada di jalur sebelum penutupan telah dievakuasi dengan selamat. Koordinasi antar instansi terus dilakukan guna mempercepat penanganan situasi di lapangan.

Pihak BB TNBTS mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun calon pendaki untuk mematuhi kebijakan ini demi kebaikan bersama. Informasi lebih lanjut mengenai pembukaan kembali jalur pendakian akan diumumkan secara resmi setelah situasi dipastikan kondusif.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google