TIMESINDONESIA.MY.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti potensi ancaman serius terhadap tumbuh kembang anak yang menghabiskan waktu berjam-jam sehari dengan ponsel. Fenomena ini menjadi perhatian khusus mengingat dampak luas yang bisa ditimbulkannya.
Komisioner KPAI, Kawiyan, mengemukakan bahwa penggunaan ponsel yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan kebutuhan esensial anak dalam fase perkembangan mereka. Hal ini berpotensi menggeser prioritas dan kebutuhan dasar anak.
"Penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menggeser keseimbangan kebutuhan tumbuh kembang anak," ujar Kawiyan, saat dihubungi pada Minggu (10/8/2026) malam.
Dari aspek fisik, anak-anak berisiko tinggi mengalami penurunan aktivitas fisik yang signifikan. Kurangnya gerakan ini dapat berujung pada berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
Selain itu, paparan layar dalam durasi panjang juga dapat menyebabkan kelelahan kronis, gangguan pola makan, dan masalah kesehatan mata. Kualitas tidur anak pun berpotensi terganggu akibat penggunaan gawai sebelum beristirahat.
Sementara itu, dampak psikologis juga tidak kalah mengkhawatirkan. Penggunaan ponsel yang tidak terkendali dapat memicu peningkatan tingkat kecemasan pada anak.
Anak-anak juga bisa menjadi lebih mudah marah dan mengalami kesulitan dalam mengelola emosi mereka. Ketergantungan pada stimulasi digital menjadi salah satu risiko utama yang perlu diwaspadai.
Lebih lanjut, Kawiyan menekankan pentingnya memperhatikan bagaimana penggunaan ponsel memengaruhi kemampuan sosial anak. Interaksi tatap muka yang berkurang dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial.
Dikutip dari Kompas.com, KPAI mengingatkan orang tua untuk lebih cermat dalam memantau dan mengatur durasi penggunaan ponsel bagi anak-anak mereka demi menjaga kesehatan dan perkembangan optimal.