TIMESINDONESIA.MY.ID - Fenomena bau mulut seringkali menjadi keluhan yang tidak diinginkan bagi sebagian orang yang tengah menjalani program diet, terutama diet ketat. Kondisi ini kerap dianggap sepele dan hanya dikaitkan dengan kebersihan mulut yang kurang terjaga.

Namun, pandangan dari para pakar kesehatan menawarkan perspektif yang berbeda mengenai penyebab bau mulut saat diet. Ternyata, hal ini memiliki kaitan erat dengan perubahan signifikan dalam proses metabolisme tubuh.

Perubahan metabolisme ini terjadi ketika tubuh beradaptasi dengan pembatasan asupan karbohidrat yang drastis. Tubuh terpaksa mencari sumber energi alternatif untuk menjalankan fungsinya.

Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa fenomena ini terkait dengan cara tubuh mendapatkan energi. Ketika asupan karbohidrat sangat dibatasi, tubuh akan beralih ke sumber energi lain.

"Saat karbohidrat sangat dibatasi, tubuh akan memecah lemak menjadi keton untuk dijadikan energi," ujar dr Igus Ulfa Yaze, SpGK. Proses pemecahan lemak ini menghasilkan keton yang memiliki bau khas.

Keton inilah yang kemudian dilepaskan melalui napas, menyebabkan munculnya bau mulut yang seringkali digambarkan seperti buah yang terlalu matang atau aseton.

Oleh karena itu, bau mulut saat diet ketat bukanlah sekadar masalah kebersihan, melainkan sinyal dari tubuh yang sedang beradaptasi. Ini menunjukkan bahwa diet yang dijalani sedang memicu perubahan dalam cara tubuh memproses energi.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google