TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu respons cepat dari tim penyelamat. Personel dari Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan pascagempa.
Tim ini diturunkan untuk melaksanakan pengamanan dan penanganan situasi darurat yang timbul akibat guncangan hebat tersebut. Fokus utama mereka adalah di area Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say yang terdampak parah.
Sebanyak sepuluh personel dikerahkan ke lokasi kejadian, dipimpin langsung oleh Paops Ipda Yohanis Lamahoda. Tugas mereka tidak hanya sebatas mengamankan area, tetapi juga membantu proses evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan.
Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan dengan sigap di tengah kondisi yang kompleks. Para petugas bekerja keras untuk membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk demi menemukan para korban.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menemukan sejumlah korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Tindakan selanjutnya adalah melakukan identifikasi dan pendataan terhadap setiap korban yang berhasil dievakuasi.
"Hingga saat ini tercatat tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi dan satu korban masih dalam proses identifikasi," ujar Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kombes Afrizal Asri dalam keterangannya pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus tahun 2026. Beliau memberikan informasi terkini mengenai jumlah korban yang ditemukan dan status identifikasi mereka.
"Hingga saat ini tercatat tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi dan satu korban masih dalam proses identifikasi," kata Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri.
Dikutip dari sumber berita asli, upaya evakuasi korban ini menunjukkan kesigapan aparat dalam merespons bencana alam yang menimpa wilayah NTT.