TIMESINDONESIA.MY.ID - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kini membuka kanal dialog langsung bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Melalui forum yang diberi nama "Gesah Bareng Ambi Bupati", berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku usaha ini dapat disampaikan secara terbuka.

Forum perdana ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh ratusan warga yang hadir di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Berbagai aspirasi dan masukan disampaikan langsung kepada orang nomor satu di Banyuwangi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan beragam keluhan dan usulan. Isu-isu yang mengemuka meliputi penguatan hilirisasi produk pertanian, kendala akses pasar, tantangan dalam distribusi telur dan susu lokal, hingga persoalan zonasi tangkap bagi para nelayan.

Selain itu, pengembangan komoditas unggulan seperti kopi juga menjadi salah satu topik diskusi penting yang diangkat oleh para petani dan pelaku usaha perkebunan. Pertemuan ini menjadi wadah efektif untuk menyuarakan aspirasi dari akar rumput.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bergelut di sektor pangan. Ia menekankan pentingnya penguatan hilirisasi produk dan perluasan akses pasar.

"Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor pangan harus diikuti dengan penguatan hilirisasi dan akses pasar," ujar Bupati Ipuk Fiestiandani, menegaskan fokus pemerintahannya.

Lebih lanjut, Bupati Ipuk Fiestiandani memberikan instruksi tegas kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Beliau meminta agar seluruh usulan yang disampaikan masyarakat segera dipetakan dan ditindaklanjuti dengan serius.

"Kami akan segera memetakan dan menindaklanjuti setiap usulan yang disampaikan masyarakat," tegas Bupati Ipuk Fiestiandani, menggarisbawahi keseriusan pemerintah dalam merespons aspirasi.

Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah memperkuat rantai pasok produk-produk lokal. Tujuannya adalah agar hasil karya para petani, peternak, dan pelaku usaha lainnya dapat terserap oleh pasar dalam jangkauan yang lebih luas.