TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemandangan tidak biasa terlihat di SPBU MT Haryono, Balikpapan Selatan, pada Selasa (1/9/2026) malam. Ratusan kendaraan roda empat tampak mengular panjang demi mendapatkan akses pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Dikutip dari Kompas.com, antrean kendaraan tersebut terpantau membentang mulai dari pintu masuk SPBU hingga mencapai persimpangan lampu merah BDS. Total panjang antrean diperkirakan mencapai dua kilometer.

Situasi ini terjadi tepat pada hari pertama berlakunya Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan Nomor 500.10.1/2094/E/Setda. Kebijakan tersebut mengatur tentang tata cara penyaluran BBM bersubsidi jenis Biosolar dan Pertalite di wilayah setempat.

Berdasarkan aturan baru tersebut, kendaraan roda empat hanya diperbolehkan melakukan pengisian Pertalite pada rentang waktu pukul 22.00 hingga 06.00 WITA. Ketentuan ini secara spesifik diterapkan di SPBU MT Haryono dan SPBU Sepinggan.

Sementara itu, jadwal pengisian untuk kendaraan roda dua ditetapkan pada pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Kebijakan ini diambil sebagai upaya pemerintah kota dalam mengatur distribusi BBM agar lebih teratur di titik-titik SPBU tertentu.

Dampak dari pembatasan waktu operasional ini dirasakan langsung oleh para pengemudi angkutan kota yang bergantung pada BBM bersubsidi. Salah satunya adalah Arif, seorang sopir angkot trayek Terminal Damai–Teritip yang turut terjebak dalam antrean panjang tersebut.

"Saya sudah mengantre sejak pukul 22.00 WITA, namun hingga tengah malam pukul 24.00 WITA, posisi kendaraan saya masih jauh dari pintu masuk SPBU," ujar Arif.

Situasi di lapangan menunjukkan tingginya animo masyarakat yang harus menyesuaikan diri dengan jadwal baru tersebut. Aparat terkait diharapkan dapat memantau kondisi ini agar proses penyaluran BBM di malam hari tetap berjalan kondusif bagi seluruh pengguna jalan.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google