TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kembali meningkat pada Minggu (6/9/2026) memberikan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan nasional. Fenomena alam ini menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) demi menjamin aspek keselamatan penumpang dan kru pesawat.
Dikutip dari Kompas.com, kebijakan penutupan bandara tersebut secara otomatis membatalkan lima jadwal penerbangan yang berangkat dari Bandara Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Seluruh rute yang terdampak adalah penerbangan yang memiliki tujuan akhir ke Jakarta.
Beberapa maskapai yang terpaksa membatalkan keberangkatan mereka meliputi Batik Air ID 6723, Citilink QG 331, Pelita Air IP 811, Super Air Jet IU 259, serta Garuda Indonesia GA 605. Pembatalan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap sebaran abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
Jadwal penerbangan yang terdampak mencakup keberangkatan pagi hari hingga sore hari. Maskapai Batik Air ID 6723 dan Citilink QG 331 yang seharusnya lepas landas pukul 08.00 Wita menjadi yang pertama terkena dampak pembatalan.
Selanjutnya, maskapai Pelita Air dengan nomor penerbangan IP 811 yang dijadwalkan terbang pada pukul 10.25 Wita juga tidak dapat diberangkatkan. Langkah ini diambil pihak otoritas bandara guna mematuhi protokol keselamatan penerbangan di tengah situasi erupsi.
Memasuki jadwal sore, penerbangan Garuda Indonesia GA 605 yang sedianya berangkat pukul 15.15 Wita pun harus dibatalkan. Hal serupa juga menimpa maskapai Super Air Jet IU 259 yang seharusnya dijadwalkan berangkat pada pukul 17.20 Wita.
"Pembatalan dilakukan menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada keselamatan penerbangan," ujar pihak pengelola bandara sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Pihak otoritas bandara terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak maskapai terkait penanganan ratusan penumpang yang terdampak. Calon penumpang diimbau untuk memantau informasi terbaru melalui layanan pelanggan maskapai masing-masing.
Situasi di Bandara Halu Oleo saat ini terpantau tetap kondusif meski terjadi penumpukan penumpang akibat pembatalan tersebut. Petugas bandara terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai alasan teknis di balik penghentian sementara operasional rute tersebut.