TIMESINDONESIA.MY.ID - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) baru-baru ini memberikan pembaruan mengenai status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pengamatan terkini, gunung api tersebut menunjukkan tren penurunan aktivitas yang cukup signifikan.

Meskipun aktivitasnya terpantau melandai, pihak otoritas menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lengah. Dikutip dari Kompas.com, potensi terjadinya erupsi susulan dinilai masih tetap ada dan perlu diantisipasi dengan baik.

Kepala PVMBG, Rita Susilawati, menjelaskan bahwa penurunan intensitas ini tidak serta-merta menjadi indikator bahwa dinamika vulkanik gunung tersebut akan berhenti sepenuhnya dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pengawasan secara intensif terus dilakukan di lapangan selama 24 jam penuh.

"Saat ini alat pemantauan kami memonitor adanya penurunan aktivitas Gunung Anak Krakatau, tetapi menurunnya itu bukan berarti aktivitasnya akan berhenti," ujar Rita.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Rita saat ia melakukan peninjauan lapangan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Pasauran, Kabupaten Serang, pada Minggu (6/9/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kesiapan tim dalam memantau kondisi terkini di wilayah tersebut.

"Kemungkinan masih akan terjadi erupsi, oleh karena itu kami terus-menerus melakukan pemantauan selama 24 jam," kata Rita.

Pihak PVMBG terus mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dari potensi bahaya vulkanik yang tidak terduga.

Hingga saat ini, tim ahli dari PVMBG masih terus menganalisis data seismik yang diperoleh dari alat pemantauan di sekitar gunung. Upaya mitigasi bencana tetap menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar zona terdampak.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google