TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan intensitas pada Sabtu (5/9/2026) malam. Fenomena alam ini menyebabkan sebaran material abu vulkanik terbawa angin hingga menjangkau beberapa wilayah di Provinsi Jawa Barat.
Salah satu daerah yang terdampak oleh sebaran abu tersebut adalah wilayah Sukabumi. Warga setempat mulai menyadari adanya partikel halus yang turun ke permukaan bumi sejak Sabtu malam.
Dikutip dari Kompas.com, fenomena ini turut dirasakan oleh Waldi (28), seorang warga Kecamatan Cibadak, Sukabumi. Ia merasakan dampak langsung dari sebaran abu tersebut saat sedang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
"Saya dari arah RSUD Sekarwangi Cibadak menuju arah kantor Kecamatan Cibadak, tiba-tiba merasakan mata pedih," ungkap Waldi saat dihubungi via pesan singkat, tutur Waldi.
Waldi menjelaskan bahwa iritasi pada bagian matanya tersebut terjadi secara mendadak saat ia sedang berkendara. Situasi ini dialaminya tepat pada pukul 21.31 WIB di tengah perjalanan menuju kantor Kecamatan Cibadak.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap dampak erupsi. Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin memang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya pada area mata dan pernapasan.
Hingga saat ini, pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara intensif. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti instruksi resmi dan menggunakan pelindung diri jika harus beraktivitas di luar ruangan.