TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali memberikan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan sipil di wilayah Lampung. Fenomena alam ini menyebabkan sebaran abu vulkanik memasuki ruang udara yang menjadi jalur lintasan utama pesawat.

Kondisi tersebut memaksa pengelola Bandara Internasional Radin Inten II Lampung mengambil langkah tegas demi menjamin keselamatan operasional. Sejumlah rute penerbangan terpaksa dibatalkan pada Sabtu (5/9/2026) guna menghindari risiko yang ditimbulkan oleh sebaran abu vulkanik.

Dikutip dari Kompas.com, keputusan pembatalan ini diambil setelah otoritas bandara memantau pergerakan abu vulkanik yang membahayakan mesin dan navigasi pesawat. Langkah ini menjadi prosedur standar dalam dunia penerbangan saat terjadi erupsi gunung berapi.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menjelaskan bahwa keselamatan penumpang serta kru pesawat merupakan prioritas utama dalam situasi darurat ini. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

"Keputusan untuk membatalkan jadwal penerbangan ini diambil semata-mata untuk mengutamakan aspek keselamatan bagi penumpang maupun kru pesawat yang bertugas," ujar Kiki Eprina Arieanti.

Terdapat tiga rute penerbangan yang terdampak langsung oleh kebijakan pembatalan tersebut. Rute yang dimaksud meliputi penerbangan Transnusa 5205 dengan rute Cengkareng (CGK) menuju Lampung (TKG) dan Transnusa 5206 untuk rute sebaliknya, yakni Lampung menuju Cengkareng.

Selain itu, maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan 242 rute Cengkareng menuju Lampung juga masuk dalam daftar pembatalan. Pihak maskapai dan otoritas bandara kini sedang melakukan penyesuaian jadwal bagi para penumpang yang terdampak.

Pihak pengelola bandara mengimbau agar seluruh calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan ke atau dari Lampung untuk selalu memantau informasi terkini. Hal ini diperlukan agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai status keberangkatan mereka di tengah situasi erupsi.

Hingga berita ini diturunkan, pengawasan terhadap sebaran abu vulkanik di sekitar ruang udara Lampung masih terus dilakukan secara intensif. Pihak otoritas bandara akan memberikan pembaruan informasi segera setelah kondisi ruang udara dinyatakan aman kembali untuk penerbangan.