TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebanyak 34 santri dari Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, hingga saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Mereka diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Peristiwa ini menarik perhatian pemerintah daerah setempat untuk memastikan penanganan medis yang optimal bagi para korban. Pihak rumah sakit pun terus berupaya memberikan pelayanan terbaik guna mempercepat proses pemulihan kesehatan para santri.
Para korban saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar yang berlokasi di Sidoarjo. Tim medis setempat telah melakukan serangkaian tindakan kesehatan agar kondisi seluruh santri dapat segera kembali stabil.
Bupati Sidoarjo, Subandi, secara langsung meninjau kondisi para santri yang masih berada di rumah sakit tersebut pada Rabu (2/9/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan para pelajar di wilayahnya.
Dikutip dari Antara, Bupati Sidoarjo memberikan keterangan mengenai jumlah santri yang masih berada dalam pengawasan medis di fasilitas kesehatan tersebut.
"Saat ini hanya tersisa 34 santri yang masih menjalani perawatan di RSI Siti Hajar, di mana kondisi mereka semua sudah menunjukkan perkembangan yang membaik dan sehat," ujar Subandi.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara program makan bergizi untuk selalu mengutamakan standar higienitas dan keamanan pangan. Pengawasan ketat terhadap proses distribusi makanan sangat krusial guna mencegah risiko kesehatan serupa terulang kembali di masa depan.
Pihak berwenang diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait alur penyediaan konsumsi pada program tersebut. Langkah preventif seperti pengecekan kualitas bahan baku dan kebersihan pengolahan makanan menjadi solusi praktis yang harus diutamakan.
Keluarga santri dan masyarakat luas kini menanti hasil investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti dari insiden keracunan ini. Harapannya, seluruh santri yang sedang dirawat dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas di pesantren.