TIMESINDONESIA.MY.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kini memberikan dampak serius bagi ekosistem setempat. Selain mengancam pemukiman warga, bencana ini juga membuat satwa liar kehilangan habitat aslinya.
Dikutip dari sumber berita terkait, kondisi ini memaksa berbagai jenis satwa untuk keluar dari kawasan hutan yang terbakar. Mereka terpaksa mencari perlindungan hingga mendekati area aktivitas manusia akibat hilangnya sumber makanan dan tempat tinggal.
Sepanjang dua bulan terakhir, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mencatat adanya peningkatan laporan mengenai kemunculan satwa liar di wilayah terdampak. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang di lapangan.
Dalam upaya evakuasi dan penyelamatan, petugas berhasil mengamankan sedikitnya lima individu orang utan. Proses penyelamatan tersebut mencakup induk orang utan beserta anaknya yang terjebak di area kebakaran.
Selain orang utan, tim BKSDA juga berhasil menyelamatkan seekor tenggiling yang ditemukan di kawasan terdampak. Satwa-satwa yang telah diamankan tersebut kini mendapatkan penanganan medis dan pemulihan sebelum nantinya dilepasliarkan kembali.
"Pihak kami telah menerima setidaknya lima laporan terkait kemunculan orang utan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Cempaga, Mentaya Hilir Utara, dan Mentawa Baru Ketapang," ujar Muriansyah.
"Kami terus memantau situasi di lapangan karena satwa liar yang terdesak akibat karhutla ini cenderung mencari perlindungan di kawasan yang lebih aman, termasuk mendekati area pemukiman warga," kata Muriansyah.
Pihak BKSDA mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat kemunculan satwa liar di sekitar lingkungan mereka. Hal ini dilakukan guna mencegah konflik antara manusia dan satwa agar kedua belah pihak tetap aman.
Upaya mitigasi terus dilakukan untuk meminimalisir dampak karhutla terhadap keanekaragaman hayati di Kotawaringin Timur. Penyelamatan satwa menjadi prioritas utama di tengah upaya pemadaman lahan yang masih berlangsung.