TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Sosial Republik Indonesia telah mendirikan dapur umum di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai respons cepat terhadap kebutuhan para korban gempa. Pendirian fasilitas ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi warga yang terdampak bencana.
Operasional dapur umum ini secara resmi dimulai pada hari Senin, 17 Agustus. Lokasinya berada di Kecamatan Aesesa, sebuah wilayah yang terdampak langsung oleh gempa bumi.
Pada hari pertama operasinya, dapur umum Kemensos berhasil menyiapkan sekitar 750 hingga 1.000 bungkus makanan. Porsi tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan makan malam para warga yang saat ini berada di lokasi pengungsian.
Mulai hari berikutnya, Selasa, 18 Agustus, pelayanan dapur umum akan ditingkatkan secara signifikan. Program memasak akan dilaksanakan tiga kali dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan pangan yang lebih luas.
Setiap sesi memasak ditargetkan untuk menghasilkan sekitar 1.000 bungkus makanan. Dengan demikian, total produksi makanan harian diproyeksikan mencapai sekitar 3.000 bungkus.
Jumlah produksi makanan ini bersifat fleksibel dan akan terus disesuaikan. Penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan riil dari warga yang mengungsi di berbagai titik di Nagekeo.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah. Beliau menyatakan bahwa "pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi salah satu prioritas Kemensos selama masa tanggap darurat," ujar Gus Ipul.
Dapur umum ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan dukungan vital. Fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan menunjukkan upaya serius dalam meringankan beban korban gempa.
Kehadiran dapur umum ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi para pengungsi. Ketersediaan makanan yang terjamin menjadi salah satu elemen penting dalam proses pemulihan pasca-bencana.