TIMESINDONESIA.MY.ID - Keraton Surakarta Hadiningrat kembali menjadi sorotan publik setelah menggelar upacara adat sakral pada Sabtu (5/9/2026). Peristiwa ini menandai babak baru dalam kepemimpinan Keraton Solo melalui prosesi Jumenengan Nata.

Hangabehi resmi dinobatkan sebagai Raja Keraton Surakarta Pakubuwono (PB) XIV dalam upacara tersebut. Penobatan ini berlangsung di lingkungan Keraton Surakarta yang dihadiri oleh keluarga besar dan para abdi dalem.

Dikutip dari Kompas.com, penunjukan Hangabehi sebagai raja dilakukan oleh Lembaga Dewan Adat. Langkah ini diambil sebagai respons atas situasi dualisme kepemimpinan yang sempat terjadi di lingkungan Keraton Solo.

Sebelumnya, terdapat ketegangan terkait suksesi setelah wafatnya PB XIII pada Rabu (5/11/2025). Pada saat itu, sebagian kerabat keraton sempat menetapkan Purboyo sebagai Putra Mahkota untuk menjadi PB XIV.

Prosesi pengukuhan Hangabehi kali ini berlangsung khidmat dengan mengikuti rangkaian adat yang ketat. Seluruh tahapan tersebut diselenggarakan di kawasan inti Keraton Surakarta untuk memastikan legitimasi prosesi.

Berdasarkan tayangan kanal YouTube Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta, Hangabehi tampak meninggalkan area Sitihinggil. Dalam perjalanan tersebut, beliau dikawal oleh para prajurit, abdi dalem, serta kerabat keraton yang mendampingi.

"Hangabehi terlihat meninggalkan Sitihinggil bersama prajurit, abdi dalem, dan kerabat keraton," tulis kanal YouTube Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta.

Setibanya di lokasi utama, Hangabehi melangsungkan prosesi ikrar sebagai PB XIV tepat di hadapan Watu Gilang. Momen ini merupakan bagian krusial dalam rangkaian adat penobatan raja di lingkungan keraton.

"Ia kemudian mengucapkan ikrar sebagai PB XIV di hadapan Watu Gilang," tulis kanal YouTube Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta.