TIMESINDONESIA.MY.ID - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru saja merilis data elektabilitas tokoh nasional periode Juli 2026. Data ini memberikan sorotan baru terhadap peta kekuatan politik di Indonesia saat ini.
Dikutip dari Kompas.com, temuan survei tersebut menunjukkan bahwa elektabilitas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kini melampaui Presiden Prabowo Subianto. Angka keterpilihan Dedi tercatat mencapai 35,0 persen, sementara Presiden Prabowo berada di angka 14,5 persen.
Fenomena ini menjadi perhatian karena merupakan pergeseran signifikan dari tren yang biasanya terjadi. Sebelum periode ini, kekuatan elektoral kedua tokoh tersebut cenderung seimbang atau bahkan Presiden Prabowo memiliki posisi yang lebih kuat.
"Ini survei pertama yang kita lihat elektabilitasnya itu cross. Sebelumnya relatif sama, atau Prabowo lebih kuat," ujar Peneliti SMRC Saidiman Ahmad.
Terkait penyebab pergeseran tersebut, Saidiman menjelaskan bahwa elektabilitas Presiden Prabowo mengalami penurunan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya. Penurunan ini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan fluktuasi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden.
Berdasarkan data survei SMRC Juli 2026, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen. Di sisi lain, responden yang menyatakan tidak puas dengan kinerja pemerintah mencapai 46,9 persen.
Analisis ini disampaikan oleh Saidiman Ahmad dalam sebuah diskusi podcast Gaspol Kompas.com yang tayang pada Rabu, 9 September 2026. Diskusi tersebut membedah lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kepemimpinan nasional.
Data ini menjadi cerminan dari dinamika politik yang terus bergerak di tengah masyarakat. Hasil survei tersebut menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam memantau perkembangan situasi politik menjelang periode-periode selanjutnya.