TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kota Surabaya kini didorong untuk segera mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan aset daerah. Langkah ini mencakup pendataan ribuan aset yang dimiliki agar dapat dikelola secara lebih efisien dan akurat.

Dorongan tersebut datang langsung dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah, pada Selasa (1/9/2026). Ia menekankan perlunya pembaruan sistem manajemen aset agar tidak lagi bergantung pada metode konvensional.

Upaya digitalisasi ini dinilai sebagai instrumen vital dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern. Dikutip dari sumber berita terkait, sistem ini diharapkan mampu menekan potensi kesalahan data yang kerap terjadi di lapangan.

Selain aspek efisiensi, digitalisasi aset juga dipandang sebagai strategi jitu untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan pengelolaan yang benar, aset-aset Pemkot Surabaya dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih optimal bagi pembangunan kota.

"Digitalisasi aset ini sangat penting dan mendesak sebagai alat strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan bernilai ekonomis," ujar Laila Mufidah.

Laila menambahkan bahwa langkah ini bukan sekadar upaya mengikuti tren perkembangan teknologi semata. Ia menegaskan bahwa sistem yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan aset daerah yang selama ini masih rentan terhadap human error.

"Sistem tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki pengelolaan aset daerah yang selama ini masih rentan terhadap kesalahan data," kata Laila Mufidah.

Diharapkan, dengan penerapan sistem digital ini, pengawasan terhadap aset milik Pemkot Surabaya dapat dilakukan secara lebih ketat dan terbuka. Hal ini menjadi komitmen DPRD dalam mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Kota Pahlawan.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google