TIMESINDONESIA.MY.ID - Transisi kepemimpinan nasional pada tahun 2001 menjadi salah satu babak paling krusial dalam sejarah politik Indonesia. Momen tersebut ditandai dengan berakhirnya masa jabatan Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.
Dikutip dari Kompas.com, mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol (Purn.) Sofjan Jacoeb, kembali mengulas memori menegangkan saat ia bertugas menjaga keamanan ibu kota. Ia memaparkan berbagai tantangan besar yang dihadapi aparat kepolisian pada masa tersebut.
Dalam kesaksiannya, Sofjan menyoroti adanya ancaman nyata terkait rencana pengerahan massa dalam jumlah besar ke Jakarta. Hal ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu sebagai upaya untuk menggagalkan proses pelengseran Presiden Gus Dur.
"Ibu Kota mau diserbu oleh massa yang bergerak dari Jawa Timur melalui jalur kereta api guna membatalkan pelengseran Gus Dur," ungkap Sofjan Jacoeb.
Selain ancaman pengerahan massa, aparat keamanan juga disibukkan dengan dinamika rapat pengamanan kota Jakarta yang sangat intens. Situasi di lapangan saat itu menuntut kewaspadaan tinggi agar tidak terjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, kepolisian juga menerima informasi intelijen yang sangat mengkhawatirkan terkait rencana penculikan terhadap Ketua Mahkamah Agung, Bagir Manan. Tindakan ini diduga dirancang sebagai strategi untuk menghambat pelantikan presiden yang baru.
"Ada informasi mengenai rencana penculikan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan guna menggagalkan pelantikan presiden baru," tutur Sofjan Jacoeb.
Seluruh rangkaian peristiwa sejarah ini akan dikupas secara mendalam dalam tayangan Brigade Podcast. Publik dapat menyimak kesaksian lengkap dari sang mantan Kapolda Metro Jaya tersebut melalui kanal resmi mereka.
Tayangan eksklusif ini dijadwalkan akan mengudara pada Selasa, 9 September 2026, tepat pukul 20.00 WIB. Program ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah situasi politik yang dinamis.