TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden dugaan penganiayaan menimpa seorang warga bernama Syarief di Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Peristiwa tersebut melibatkan dua oknum anggota TNI AD yang terjadi di area lahan milik warga pada Selasa (8/9/2026).
Kejadian ini mendadak menjadi perhatian publik luas setelah sebuah rekaman video yang memperlihatkan peristiwa pascakejadian diunggah oleh warga ke media sosial. Tayangan tersebut kemudian viral dan memicu beragam respons dari masyarakat.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat dua orang pria yang mengenakan seragam loreng khas TNI. Salah satu dari oknum tersebut bahkan tampak memegang senjata tajam yang diduga merupakan sebilah sangkur.
Musibah Kebakaran Kandang Ayam di Blora: 30.000 Ternak Mati, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Di lokasi yang sama, terlihat kondisi korban yang tampak tidak berdaya setelah mengalami tindakan kekerasan tersebut. Selain itu, istri dan anak korban juga berada di tempat kejadian saat peristiwa berlangsung.
Dikutip dari Kompas.com, insiden ini kini menjadi sorotan karena melibatkan aparat keamanan yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat. Pihak keluarga berharap agar kasus ini mendapatkan perhatian serius dari otoritas terkait.
"Kondisi korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSU Siloam Labuan Bajo dengan sejumlah luka serta lebam di sekujur tubuhnya hingga Rabu pagi," ujar Safrudin selaku adik kandung korban.
Safrudin menjelaskan bahwa cedera yang dialami kakaknya cukup serius akibat tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut. Ia berharap penanganan medis dapat memulihkan kondisi kesehatan korban sesegera mungkin.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai motif di balik tindakan tersebut. Pihak keluarga masih menunggu proses penanganan lebih lanjut terkait peristiwa yang menimpa Syarief.
Pihak berwenang diharapkan dapat mengusut tuntas kejadian ini agar keadilan bagi korban dapat tercapai. Transparansi dalam penanganan kasus ini sangat dinantikan oleh pihak keluarga maupun masyarakat luas.