TIMESINDONESIA.MY.ID - Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menegaskan bahwa etika dan keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin bangsa merupakan pilar fundamental yang tidak dapat dikompromikan demi kemajuan negara.
Pandangan krusial ini disampaikan oleh para tokoh bangsa dalam sebuah forum Sarasehan Kemerdekaan yang diselenggarakan di Grha Pemuda, Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang meriah.
Sarasehan tersebut dihadiri oleh berbagai figur nasional terkemuka, termasuk Sinta Nuriyah Wahid, Emil Salim, Mahfud MD, Ignatius Kardinal Suharyo, Franz Magnis-Suseno, SJ, Omi Komaria, Nurcholish, Lukman Hakim Saifuddin, serta Alissa Wahid.
"Etika dan keteladanan pemimpin adalah fondasi yang tidak bisa ditawar," demikian Alissa Wahid menyampaikan pandangannya di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada Senin.
Ia menambahkan bahwa lunturnya keadaban berbangsa dan bernegara, yang termanifestasi dalam krisis kepatutan dan hilangnya teladan di kalangan penyelenggara negara, menjadi penyebab utama menurunnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah.
"Kepercayaan rakyat kepada pemerintah yang menurun disebabkan oleh lunturnya keadaban berbangsa dan bernegara dalam bentuk krisis kepatutan serta hilangnya keteladanan di kalangan penyelenggara negara," ujar Alissa Wahid.
Dikutip dari Kompas.com, para tokoh yang hadir dalam sarasehan tersebut menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi etika kepemimpinan saat ini.
Acara yang bertempat di Gereja Katedral pada 11 Agustus 2026 ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur bangsa.