TIMESINDONESIA.MY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto baru saja memberikan arahan strategis terkait penanganan dampak lingkungan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Arahan ini disampaikan di tengah upaya pemerintah menanggulangi situasi pasca-gempa bumi yang mengguncang kawasan tersebut.

Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya telah melanda wilayah Nagekeo, NTT, pada tanggal 15 Agustus lalu. Sebagai respons, pemerintah pusat segera melakukan koordinasi intensif untuk memastikan pemulihan daerah terdampak berjalan optimal.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpinnya pada Rabu (26/8/2026), Presiden menyoroti kebiasaan masyarakat setempat yang masih sering melakukan pembakaran lahan. Hal ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada keseimbangan ekosistem dan risiko bencana di masa depan.

"Saya juga menyampaikan karena yang tadi saya bilang saya juga tahu ya kan budaya-budaya daerah sini ya kan, buka lahan bakar, kadang-kadang berburu, bakar. Benarkah? Betulkah?," ujar Presiden Prabowo.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden menekankan bahwa praktik membakar lahan untuk tujuan pembukaan area baru harus segera diubah. Pendekatan ini dinilai penting agar kelestarian hutan di NTT tetap terjaga dengan baik.

Selain menyoroti kebiasaan membakar lahan, Presiden juga mengenang kondisi alam NTT di masa lalu yang jauh lebih asri. Beliau menyebutkan bahwa wilayah NTT dahulu dikenal memiliki populasi rusa yang melimpah di habitat aslinya.

Menurut pandangan beliau, tutupan hutan di NTT pada masa silam sangatlah lebat dan menjadi pendukung ekosistem yang kuat. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan alam NTT melalui kesadaran kolektif masyarakat untuk berhenti melakukan pembakaran hutan.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan mitigasi bencana yang lebih luas agar lingkungan tetap terjaga dari ancaman kerusakan permanen. Pemerintah berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan metode pertanian dan pengelolaan lahan yang lebih modern serta ramah lingkungan.

Rapat tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mensinergikan kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan lingkungan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bekerja sama mendukung transformasi budaya ini demi keberlanjutan masa depan NTT.