TIMESINDONESIA.MY.ID - Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah resmi terselenggara dengan catatan positif mengenai tata kelola organisasi. Acara besar ini dipastikan berjalan dengan mekanisme yang demokratis melalui serangkaian rapat intensif di tingkat PBNU.
Dikutip dari Kompas.com, Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penjelasan terkait keberhasilan acara tersebut. Keterangan ini disampaikan dalam sesi konferensi pers virtual melalui kanal YouTube resmi TVNU pada Kamis (3/9/2026).
"Seluruh proses Muktamar dapat diikuti dengan baik, demokratis, tanpa ada satu pihak pun yang ditinggalkan, serta memberikan kesempatan yang luas bagi semua untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya, dengan capaian waktu yang tepat," ujar Gus Ipul.
Keberhasilan penyelenggaraan agenda besar ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antarpanitia pelaksana. Gus Ipul secara khusus memberikan apresiasi atas kontribusi nyata dari jajaran PBNU, khususnya dari wilayah Jawa Timur.
"Seluruh kelancaran pelaksanaan Muktamar ini merupakan hasil dari kerja sama yang solid dari semua panitia, terutama rekan-rekan dari PBNU Jawa Timur," kata Gus Ipul.
Pihak panitia juga memastikan bahwa seluruh aspek administratif, mulai dari tahap pendaftaran peserta hingga proses penerbitan Surat Keputusan (SK), telah berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Hal ini menjadi indikator bahwa manajemen organisasi dalam Muktamar kali ini berjalan dengan sangat tertib.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim pendanaan, karena berkat kerja keras mereka, semua proses berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti di lapangan," ujar Gus Ipul.
Seluruh pihak yang terlibat dalam kepanitiaan Muktamar ke-35 NU dinilai telah bekerja secara profesional untuk menjamin keberlangsungan agenda besar tersebut. Upaya ini dilakukan demi menjaga marwah organisasi dalam forum tertinggi Nahdlatul Ulama.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi keberlangsungan program-program strategis NU ke depannya. Fokus utama panitia memang diarahkan pada keterbukaan partisipasi dan ketepatan waktu pelaksanaan.