TIMESINDONESIA.MY.ID - Indonesia kini tengah menapaki babak baru dalam transformasi sektor energi nasional. Pemerintah secara resmi memulai proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas mencapai 100 Gigawatt Peak (GWp).
Langkah besar ini dilakukan guna memastikan ketersediaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masa depan bangsa. Dikutip dari Kompas.com, inisiatif ini menjadi pilar utama dalam menciptakan ketahanan energi di dalam negeri.
"Dimulainya program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 Gigawatt Peak (GWp) bukan sekadar penetapan target. Ini adalah langkah nyata untuk membangun sumber energi baru yang lebih kuat, lebih mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari.
Kepala Bakom, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan listrik semata. Proyek tersebut dirancang untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional secara jangka panjang.
"Qodari menyebut PLTS 100 GWp bangun kemandirian energi, ciptakan nilai tambah," ungkap Muhammad Qodari.
Realisasi dari visi besar ini telah dimulai secara nyata melalui tindakan konkret di lapangan. Presiden Prabowo Subianto secara langsung memimpin prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek PLTS tersebut pada 25 Agustus 2026.
Pembangunan tahap awal ini mencakup kapasitas sebesar 5,3 GWp yang tersebar di berbagai wilayah. Proyek ini direncanakan akan mencakup 14 lokasi strategis yang tersebar di enam provinsi di seluruh Indonesia.
Pusat kegiatan utama dari rangkaian pembangunan infrastruktur energi surya ini dipusatkan di Jembrana, Bali. Lokasi tersebut menjadi titik awal penting dalam upaya pemerintah mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan.
Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah berharap Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi generasi mendatang.