TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kesehatan terjadi di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (3/9/2026). Puluhan siswa dan guru mengalami gejala mual serta pusing setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini menimpa warga sekolah di dua lokasi berbeda, yakni MI Muhammadiyah Desa Srebegan dan MI Muhammadiyah Desa Cetan. Kondisi tersebut memicu perhatian pihak otoritas setempat terkait standar keamanan pangan program yang dijalankan.
Dikutip dari Kompas.com, tim medis bersama aparat TNI segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan intensif bagi para siswa yang terdampak untuk memastikan kondisi mereka stabil.
Dampak Erupsi Anak Krakatau, Pemkot Serang Terapkan Belajar Jarak Jauh demi Kesehatan Siswa
Hingga saat ini, pihak sekolah dan petugas kesehatan terus memantau perkembangan kondisi para siswa yang sempat merasakan keluhan fisik. Sejumlah siswa tampak masih berada di lingkungan sekolah saat proses pemeriksaan berlangsung.
Mengenai kronologi penanganan, pihak puskesmas setempat mengaku telah menerima informasi mengenai insiden tersebut sejak pagi hari. Mereka bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama guna mengantisipasi risiko yang lebih serius.
"Kami menerima informasi mengenai kejadian yang menimpa warga sekolah tersebut sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Kepala Puskesmas Jambu Kulon, Muhammad Banu Aryandaru.
Langkah mitigasi segera diambil oleh tim medis di lapangan dengan melakukan observasi terhadap siswa yang mengonsumsi makanan tersebut. Penanganan ini dilakukan secara sistematis untuk mendata jumlah siswa yang terdampak dan memberikan perawatan medis yang diperlukan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti dari dugaan keracunan tersebut. Fokus utama tetap pada pemulihan kesehatan siswa dan guru yang masih mengalami gejala pusing serta mual.
Kejadian ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut. Diharapkan ke depannya pengawasan terhadap kualitas dan distribusi makanan dapat diperketat demi keamanan seluruh peserta didik.