TIMESINDONESIA.MY.ID - Panggung politik nasional tengah mencuri perhatian publik dengan sebuah anomali yang jarang terjadi. Seorang gubernur daerah kini tercatat memiliki elektabilitas yang melampaui posisi presiden yang juga menjabat sebagai ketua umum partai.

Dikutip dari Kompas, data survei SMRC pada Juli 2026 menunjukkan tren kenaikan signifikan bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia berhasil mencatatkan angka 35 persen dalam simulasi semi terbuka.

Angka tersebut mencerminkan lonjakan tajam jika dibandingkan dengan capaian Dedi Mulyadi pada November 2025 yang saat itu berada di angka 19,7 persen.

Sementara itu, dalam simulasi yang sama, elektabilitas Prabowo Subianto tercatat berada di angka 14,5 persen. Perbandingan ini menjadi sorotan utama dalam dinamika politik menuju Pemilu mendatang.

Dinamika ini semakin terlihat dalam simulasi dua nama yang dilakukan SMRC pada Juli 2026. Selisih angka antara kedua tokoh tersebut melebar cukup jauh.

"Dalam simulasi dua nama, selisihnya melebar menjadi 59 persen berbanding 28,3 persen," ujar SMRC.

Tidak hanya SMRC, lembaga lain juga menangkap pola pergerakan elektabilitas yang serupa. Tempo Data Science mencatat perbedaan angka yang signifikan antara kedua tokoh tersebut.

"Tempo Data Science mencatat pola serupa: 42 berbanding 15 persen," ujar Tempo Data Science.

Meski demikian, data dari berbagai lembaga survei memang tidak selalu menunjukkan angka yang seragam. Terdapat perbedaan hasil temuan dari lembaga lainnya terkait peta kekuatan tokoh saat ini.