TIMESINDONESIA.MY.ID - Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan atau yang lebih dikenal sebagai Abah Setu, saat ini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi menyusul pernyataan kontroversialnya yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah rekaman video.
Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat hingga menyebabkan kediaman Abah Setu didatangi oleh massa. Kejadian penggerudukan rumah tersebut berlangsung pada Senin (7/9) malam.
Dikutip dari sumber berita terkait, Abah Setu sempat memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas pernyataannya. Namun, langkah tersebut tidak serta merta menghentikan proses hukum yang sedang berjalan terhadap dirinya.
"Pernyataan ini muncul karena saya merasa sedang terjebak dalam syariat," ujar Abah Setu dalam rekaman video yang beredar luas di tengah masyarakat.
Dalam video yang sama, Abah Setu juga sempat memberikan instruksi kepada para pengikutnya. Ia meminta agar mereka tidak lagi mengikuti kegiatan mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam.
"Saya meminta kepada seluruh pengikut untuk tidak lagi ikut mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang saya pimpin," kata Abah Setu dalam video tersebut.
Video pernyataan tersebut kemudian tersebar luas dan memancing kemarahan warga. Hal inilah yang menjadi pemicu utama massa mendatangi lokasi majelis untuk meminta penjelasan langsung.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Proses hukum tetap menjadi jalur yang ditempuh untuk menanggapi aduan masyarakat terkait pernyataan yang dianggap sensitif itu.
Situasi di sekitar kediaman dan majelis tersebut kini menjadi perhatian warga setempat. Pihak berwajib diharapkan dapat menangani kasus ini dengan objektif demi menjaga kondusivitas lingkungan.