TIMESINDONESIA.MY.ID - Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan angka korban yang memprihatinkan. Data terbaru yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah korban jiwa.

Hingga Rabu (19/8/2026) malam, tercatat sebanyak 73 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana alam tersebut. Angka ini merupakan rekapitulasi sementara yang terus diperbarui seiring dengan upaya penanggulangan di lapangan.

Peristiwa gempa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, namun juga menyebabkan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka. Total korban luka berat dan luka ringan yang terdata mencapai 931 orang.

Korban-korban gempa ini tersebar di berbagai wilayah di kawasan Pulau Flores. Setidaknya tujuh kabupaten dilaporkan terdampak langsung oleh guncangan dahsyat tersebut.

"Berdasarkan rekapitulasi sementara, korban meninggal dunia berjumlah 73 orang," ujar Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya pendataan dan penanganan korban masih terus berlangsung secara intensif oleh tim gabungan di lokasi bencana.

Sementara itu, jumlah korban luka-luka yang mencapai ratusan orang memerlukan perhatian medis segera. Penanganan terhadap mereka menjadi prioritas penting dalam fase tanggap darurat saat ini.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa ini diperkirakan cukup luas, mengingat sebaran korban yang mencakup tujuh kabupaten di Pulau Flores. Evaluasi dampak secara menyeluruh sedang dilakukan.

Dikutip dari detikBali, informasi mengenai jumlah korban jiwa dan luka-luka ini disampaikan pada Rabu (19/8/2026) malam.