TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 dilaporkan mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.
Peristiwa alam ini terjadi pada waktu yang belum terkonfirmasi dalam berita asli, namun getaran yang cukup kuat dirasakan oleh masyarakat setempat.
Menghadapi situasi darurat ini, manajemen Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo mengambil langkah pencegahan yang sigap. Tindakan ini bertujuan untuk menjamin keselamatan seluruh pasien yang sedang dalam perawatan.
Langkah proaktif ini diambil untuk meminimalkan risiko cedera yang mungkin timbul akibat gempa susulan. Selain itu, evakuasi juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerusakan struktural pada bangunan rumah sakit.
Seluruh pasien yang tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam segera dipindahkan dari dalam gedung. Mereka dibawa ke area yang lebih terbuka untuk mendapatkan perlindungan.
Halaman rumah sakit dipilih sebagai lokasi penampungan sementara bagi para pasien. Pemilihan area ini didasarkan pada pertimbangan keamanan relatif terhadap potensi bahaya.
Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Manajemen Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo mengambil langkah proaktif demi keselamatan seluruh pasien.
"Tindakan cepat ini dilakukan untuk meminimalkan risiko cedera akibat gempa susulan atau kerusakan struktural pada bangunan rumah sakit," demikian bunyi keterangan yang disampaikan.