TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah korban meninggal dunia.
Per Minggu, 16 Agustus 2026, sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Deputi Bidang Pencegahan telah merilis angka terkini mengenai dampak korban jiwa.
"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," ucap Abdul Muhari, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, dalam sebuah konferensi pers virtual yang dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Pemerintah terus melakukan pendataan dan pemutakhiran data di berbagai wilayah terdampak untuk mengetahui secara akurat jumlah korban dan kerugian materiil yang ditimbulkan oleh bencana alam ini.
Rincian sebaran korban jiwa yang berhasil dihimpun menunjukkan distribusi yang berbeda di beberapa kabupaten di NTT.
Satu korban meninggal dunia tercatat berada di Kabupaten Manggarai Barat.
Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur melaporkan jumlah korban jiwa yang cukup tinggi, yaitu sebanyak 20 orang.
Kabupaten Manggarai sendiri mencatat jumlah korban meninggal dunia paling banyak, yaitu 25 jiwa.
Selain itu, tercatat pula 1 korban jiwa di Kabupaten Nagekeo, 4 korban jiwa di Kabupaten Sikka, dan 2 korban jiwa di Kabupaten Ende.