TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan pada infrastruktur vital, termasuk fasilitas kesehatan.

Salah satu institusi medis yang mengalami kerusakan berat akibat guncangan tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nagekeo. Kondisi ini berdampak langsung pada kelangsungan pelayanan medis.

Kerusakan parah yang dialami RSUD Nagekeo secara signifikan mengganggu kelancaran pelayanan medis bagi seluruh pasien yang berada di sana.

Situasi darurat ini mengharuskan adanya penyesuaian dalam penanganan medis, terutama bagi pasien yang memiliki kondisi kritis dan membutuhkan perhatian segera.

Menjadi sorotan utama dalam situasi ini adalah nasib seorang ibu hamil yang mengalami komplikasi persalinan dalam kondisi yang berat.

Kondisi darurat yang dialami ibu hamil tersebut mengharuskannya segera mendapatkan penanganan medis yang intensif dan memadai.

Karena RSUD Nagekeo tidak dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan, ibu hamil tersebut terpaksa dievakuasi ke rumah sakit lain untuk mendapatkan perawatan yang optimal.

Keputusan evakuasi ini diambil demi memastikan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungannya, mengingat kondisi medis yang dialami.

"Situasi ini sangat mendesak, kami harus memastikan ibu hamil tersebut mendapatkan penanganan terbaik di tengah keterbatasan fasilitas," ujar salah seorang petugas medis yang tidak ingin disebutkan namanya.