TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,2 dilaporkan mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun X resminya menginformasikan detail mengenai peristiwa alam ini. "Gempa 6,2 di 46 km TimurLaut LABUAN BAJO-NTT," demikian tertulis dalam unggahan BMKG.

Peristiwa gempa bumi ini tercatat terjadi pada dini hari, tepatnya pukul 05.13 WIB. Waktu kejadian yang berdekatan dengan aktivitas istirahat warga menambah potensi dampak psikologis dari guncangan tersebut.

Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni hanya 10 kilometer dari permukaan bumi, menjadi salah satu faktor yang memungkinkan getaran terasa lebih kuat hingga ke permukaan.

"Gempa 6,2 di 46 km TimurLaut LABUAN BAJO-NTT," demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh BMKG melalui akun X-nya, Sabtu (15/8/2026). Pernyataan ini mengkonfirmasi skala dan lokasi utama gempa yang terjadi.

Informasi lebih lanjut mengenai waktu kejadian menunjukkan bahwa gempa ini terjadi pada pukul 05.13 WIB. Hal ini memberikan gambaran kapan tepatnya guncangan dahsyat tersebut dirasakan oleh warga di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Mengenai kedalaman pusat gempa, BMKG merilis data bahwa gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer. Kedalaman yang dangkal ini seringkali diasosiasikan dengan intensitas getaran yang lebih terasa di permukaan.

Dikutip dari BMKG, "Gempa 6,2 di 46 km TimurLaut LABUAN BAJO-NTT," demikian disampaikan melalui akun X mereka pada Sabtu (15/8/2026). Pernyataan ini menjadi sumber utama informasi mengenai kekuatan dan lokasi episenter gempa.

Masih merujuk pada sumber yang sama, BMKG juga merinci waktu terjadinya gempa. "Gempa terjadi pada pukul 05.13 WIB," tertulis dalam informasi yang dibagikan, menandai momen ketika guncangan mulai terasa.