TIMESINDONESIA.MY.ID - Menghadapi gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2029, Partai Hanura menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat struktur partai. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengurus di tingkat daerah.

Peringatan ini menyasar pada kesiapan dan kecepatan respons pengurus daerah dalam menjalankan setiap instruksi yang dikeluarkan oleh DPP. Instruksi tersebut merupakan bagian integral dari strategi konsolidasi partai.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Rio Capella, menjadi juru bicara dalam penyampaian pesan penting ini. Beliau menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk kelambanan dalam menghadapi tahapan krusial menuju Pemilu 2029.

"Maka kalau ada yang lambat dan tidak tanggap terhadap apa yang diinstruksikan oleh Dewan Pimpinan Pusat maka Dewan Pimpinan Pusat akan mempertimbangkan untuk mengganti kepada pengurus lain yang mungkin punya semangat yang sama dengan teman-teman yang lain," demikian pernyataan Rio Capella.

Pernyataan tersebut disampaikan Rio Capella saat ditemui di Karawaci, Tangerang, Banten, pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026. Momen ini menjadi penegasan komitmen partai terhadap persiapan pemilu mendatang.

Menurut pandangan Rio Capella, efektivitas dan kekuatan DPP Hanura sangat bergantung pada keberadaan struktur partai yang solid di tingkat daerah. Keterhubungan antar jenjang kepengurusan menjadi kunci utama.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keselarasan gerak langkah. Setiap jenjang kepengurusan diinstruksikan untuk bergerak dalam satu arah demi mencapai tujuan partai yang sama.

Kesiapan struktur partai di daerah dinilai krusial untuk memastikan instruksi DPP dapat dijalankan dengan efektif. Hal ini menjadi fondasi penting dalam upaya partai menghadapi kompetisi politik di masa depan.

Partai Hanura berupaya memastikan bahwa setiap elemen partai, dari pusat hingga daerah, memiliki visi dan semangat yang sama dalam menjalankan tugas-tugas partai. Tujuannya adalah untuk mencapai hasil terbaik dalam kontestasi politik.