TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden yang melibatkan serangan drone terhadap kapal MV Tihamah di perairan Yaman telah dilaporkan, dengan tiga warga negara Indonesia (WNI) berada di atas kapal tersebut. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pelayaran di kawasan tersebut.
Kapal MV Tihamah tersebut diketahui tengah bersandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, yang berlokasi di Murad, Yaman. Saat kejadian, kapal tersebut mengangkut total 11 Anak Buah Kapal (ABK), terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.
"Insiden terjadi saat kapal sedang sandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman," jelas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, dalam pesan singkatnya pada Selasa (12/8/2026) malam.
Akibat dari serangan drone tersebut, salah seorang ABK yang merupakan WNI dilaporkan mengalami luka ringan. Luka tersebut disebabkan oleh serpihan yang timbul dari insiden serangan.
"Akibat serangan itu, Heni mengatakan satu WNI mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak perlu memerlukan perawatan di rumah sakit," demikian penjelasan dari pihak Kemenlu RI.
Namun, terdapat laporan mengenai ABK lain yang juga mengalami cedera. Kondisi ABK ini dilaporkan lebih serius, sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
"Sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit," tutur Heni Hamidah.
Pihak Kementerian Luar Negeri RI terus memantau perkembangan situasi dan kondisi para WNI yang terdampak dalam insiden ini. Upaya perlindungan dan bantuan terus dikoordinasikan.
Dikutip dari Kompas.com, kronologi ini memberikan gambaran awal mengenai peristiwa yang terjadi di perairan Yaman. Pihak berwenang terus mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait penyebab dan pelaku serangan drone tersebut.