TIMESINDONESIA.MY.ID - Wilayah Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, kini tengah menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa ini diketahui telah berlangsung secara beruntun selama sepekan terakhir.

Dikutip dari Kompas.com, insiden kebakaran tersebut tidak hanya melanda kawasan hutan lindung, tetapi juga merambah ke lahan produktif milik warga. Sebagian lahan yang terdampak diketahui telah ditanami pohon kelapa sawit.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap penyebab pasti di balik musibah kebakaran tersebut. Penyelidikan dilakukan guna memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian atau adanya unsur kesengajaan.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Helen Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memantau titik api yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Salah satu titik api yang terpantau berada di kawasan hutan Nyatoh, Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa.

"Api muncul di dua titik dengan total lahan yang terbakar diperkirakan sekitar tiga hektare," ujar Helen Simanjuntak.

Pihak kepolisian merinci luasan area yang terdampak dalam peristiwa kebakaran tersebut. Data sementara menunjukkan bahwa api melahap lahan dengan vegetasi yang cukup padat dan produktif.

"Lokasi kebakaran meliputi kawasan hutan Nyatoh seluas sekitar 1 hektare dan lahan milik warga bernama Iwan Kacung seluas sekitar 2 hektare," kata Helen Simanjuntak.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Warga diminta untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau pembersihan lahan dengan cara membakar di area yang rawan api.

Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh Polres Bangka Barat agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan. Fokus utama kepolisian saat ini adalah mengamankan lokasi serta mencari keterangan dari berbagai saksi terkait insiden ini.