TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa dramatis terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, ketika sejumlah massa dengan sengaja membakar tujuh kantor pemerintahan. Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.
Gedung-gedung vital yang menjadi sasaran amukan massa antara lain Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Puncak. Pembakaran ini melumpuhkan sebagian besar infrastruktur pemerintahan di kabupaten itu.
Selain itu, Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kantor Dinas Sosial juga tidak luput dari amukan massa. Kerusakan yang ditimbulkan sangat luas dan signifikan.
Kantor Dinas Keuangan turut menjadi korban dalam peristiwa ini, menunjukkan skala kemarahan massa yang merata terhadap institusi pemerintah. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan pelayanan publik.
"Adapun titik api yang di antaranya, Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, Kantor Keuangan," ujar Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes.
Tidak hanya gedung perkantoran, satu unit kendaraan dinas milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut dibakar. Ini menandakan keganasan aksi massa yang tidak pandang bulu.
"Selain itu 1 unit kendaraan Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di dalam halaman Kantor Bupati," lanjut Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes.
Dugaan kuat yang mendasari aksi pembakaran ini adalah adanya ketidakpuasan masyarakat terkait pembagian dana desa. Isu ini diduga menjadi pemicu utama kemarahan yang berujung pada tindakan destruktif tersebut.
Dilansir dari detikSulsel, Selasa (11/8/2026) malam, Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes membenarkan adanya insiden pembakaran tujuh kantor pemerintahan di wilayahnya.