TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah mengumumkan pembukaan seleksi bagi calon petugas yang akan bertugas dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Seleksi ini difokuskan pada tenaga kesehatan yang akan menjadi bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Kesehatan Arab Saudi.

Proses pendaftaran bagi para calon petugas dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 20 Agustus 2026. Pengumuman ini penting bagi para profesional di bidang kesehatan yang berminat untuk mengabdikan diri dalam pelayanan jemaah haji.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menekankan pentingnya kualitas petugas yang akan dipilih. Beliau menyatakan bahwa petugas haji dituntut memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugasnya serta komitmen yang tinggi dalam melayani para jemaah.

"Melalui seleksi ini, kami ingin mendapatkan petugas yang siap secara kompetensi, kesehatan, integritas, dan kemampuan bekerja di lapangan," ujar Puji Raharjo dalam keterangan resminya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Kemenhaj mencari individu yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat.

Puji Raharjo juga memberikan penegasan penting mengenai integritas dalam proses seleksi ini. Ia memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi PPIH bebas dari praktik gratifikasi dan tidak akan dipungut biaya sepeser pun dari para peserta.

Hal ini menjadi poin krusial untuk menjamin kesempatan yang sama bagi semua calon peserta. Kemenhaj berkomitmen menyelenggarakan seleksi yang adil dan transparan demi mendapatkan petugas terbaik.

Peserta seleksi dihimbau untuk secara aktif mengikuti seluruh proses pendaftaran. Penting bagi mereka untuk memastikan bahwa semua dokumen yang diserahkan benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Kemenhaj berupaya memastikan bahwa setiap petugas yang terpilih benar-benar memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan optimal kepada jemaah haji.

"Petugas haji dituntut memiliki kompetensi sesuai bidang tugas dan komitmen penuh dalam melayani jemaah," ujar Puji Raharjo. Pernyataan ini kembali menggarisbawahi standar tinggi yang diterapkan dalam rekrutmen petugas haji.