TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyatakan kesiapsiagaannya untuk menghadapi dan memulihkan berbagai infrastruktur yang terdampak oleh gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri PUPR.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri PUPR saat beliau bertindak sebagai inspektur upacara dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara tersebut diselenggarakan di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, NTT, pada hari Senin, 17 Agustus 2026.

Momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi pengingat penting bagi Kementerian PUPR. Tujuannya adalah untuk memastikan kehadiran negara melalui pembangunan dan penyediaan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat langsung serta nyata bagi seluruh masyarakat di wilayah terdampak.

Menteri PUPR menekankan bahwa kehadiran negara harus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Hal ini menjadi krusial terutama ketika bencana alam seperti gempa bumi menimbulkan berbagai kesulitan, mulai dari akses jalan yang terputus, gangguan layanan air bersih, hingga kerusakan fasilitas pendidikan dan tempat tinggal warga.

"Kementerian PUPR telah hadir di tengah masyarakat, berupaya membuka kembali akses jalan yang terputus agar warga dapat kembali ke rumah mereka," ujar Menteri PUPR dalam sebuah rilis pers yang diterima Kompas.com pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Beliau melanjutkan, "Kami juga berkomitmen untuk memulihkan pasokan air bersih yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari masyarakat."

Lebih lanjut, Menteri PUPR menyampaikan bahwa upaya pemulihan juga mencakup penyediaan hunian sementara maupun permanen bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

"Kami juga sedang menyiapkan hunian dan memastikan sekolah-sekolah dapat segera digunakan kembali agar proses belajar mengajar dapat berjalan normal," jelasnya.

"Semua upaya ini kami lakukan untuk membantu masyarakat dalam menata kembali kehidupan mereka pasca bencana," tambah Menteri PUPR.