TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Kondisi darurat ini dialami langsung oleh para siswa dan tenaga pendidik di SDK Waelengga. Sekolah ini terletak di Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.
Dikutip dari Kompas.com, aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap dipaksakan berjalan. Hal ini dilakukan demi memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi meski dalam masa tanggap darurat.
Para siswa terpaksa harus beradaptasi dengan kondisi sarana prasarana yang sangat terbatas. Mereka kini menempati ruang kelas darurat yang hanya beralaskan terpal sederhana.
Di bawah naungan terpal tersebut, anak-anak tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti materi pelajaran. Mereka tetap melakukan aktivitas akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung seperti biasa.
Selain kegiatan formal, mereka juga tetap berinteraksi dengan teman sebaya melalui diskusi kelompok. Bahkan, di sela-sela waktu belajar, anak-anak tetap menyempatkan diri untuk bermain bersama guna menjaga semangat mereka.
Meskipun ruang belajar belum memadai, para siswa dan guru tetap berusaha menciptakan suasana kelas yang kondusif. Keteguhan hati mereka menjadi cerminan kekuatan mental siswa di tengah bencana alam yang melanda wilayah Manggarai Timur.
Upaya ini merupakan bentuk nyata dedikasi para guru agar proses pendidikan di SDK Waelengga tidak terhenti sepenuhnya. Kondisi ini diharapkan segera mendapatkan perhatian agar fasilitas belajar yang lebih layak dapat segera tersedia.