TIMESINDONESIA.MY.ID - Nasib memprihatinkan menimpa satwa primata di Kalimantan Barat saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah tersebut. Fenomena ini menjadi sorotan serius tepat menjelang peringatan Hari Primata Sedunia pada 1 September 2026.

Dikutip dari sumber terkait, kondisi orangutan di Indonesia saat ini berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Ancaman kehilangan habitat akibat api membuat primata besar ini kesulitan mempertahankan hidupnya.

Peristiwa pilu dialami oleh seekor orangutan jantan bernama Sampurna. Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di area perkebunan sawit yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (30/8/2026).

"Sampurna diduga mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar asap pekat," ujar laporan tersebut.

Sebelum kejadian yang menimpa Sampurna, insiden serupa juga terjadi di sekitar lokasi yang sama. Seekor orangutan betina bernama Mama Yuni bersama dua anaknya, Yuni dan Pura, ditemukan berada di dekat permukiman warga.

Kondisi Mama Yuni dan kedua anaknya sangat memprihatinkan karena mereka terlihat lapar serta kebingungan. Hal ini terjadi akibat hutan yang menjadi tempat tinggal mereka telah terkepung oleh asap tebal karhutla.

"Sampurna, Mama Yuni, dan hewan-hewan yang berhasil dievakuasi dari jilatan api tetap menghadapi ancaman panjang setelah kebakaran," tulis sumber tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan. Keberadaan satwa seperti orangutan sangat bergantung pada kesehatan ekosistem hutan yang kini terus terancam oleh kebakaran.

Upaya penyelamatan terhadap satwa-satwa yang terdampak terus diupayakan oleh pihak terkait. Diharapkan penanganan yang tepat dapat membantu memulihkan kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut pasca-evakuasi.