TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden maritim yang mengkhawatirkan terjadi ketika Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin dilalap api di perairan Sekotong, Lombok Barat. Peristiwa ini memicu perhatian serius dari pihak berwenang.

Pasca kebakaran tersebut, KMP Putri Yasmin dilaporkan bergerak dari titik awal kejadian. Pergeseran posisi kapal ini diduga kuat akibat pengaruh arus laut yang kuat di wilayah tersebut.

Kini, keberadaan KMP Putri Yasmin telah bergeser jauh dari lokasi awal. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut telah hanyut hingga mencapai perairan Samudera Hindia.

"Sekarang posisi kapal ini hanyut ke Samudera Hindia," ungkap Lalu Muhammad Iqbal di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026). Pernyataan ini disampaikan beliau saat memberikan keterangan kepada awak media.

Peristiwa kebakaran dan hanyutnya KMP Putri Yasmin ini tentu memerlukan evaluasi menyeluruh. Semua aspek terkait insiden ini akan ditinjau untuk pembelajaran di masa mendatang.

Gubernur NTB juga turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam upaya pencarian dan pertolongan (SAR) yang telah dilakukan. Keterlibatan berbagai unsur dinilai sangat krusial.

"Yang terpenting semua bisa dievaluasi terlebih dahulu. Jadi kita perlu memberikan apresiasi ke semua unsur yang sudah terlibat dalam SAR ini," ujar Lalu Muhammad Iqbal.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan akan melakukan investigasi mendalam. Tujuannya adalah untuk mengungkap penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi pada KMP Putri Yasmin.

Dikutip dari detikBali, insiden ini terjadi pada tanggal 13 Agustus 2026 di Perairan Sekotong, Lombok Barat. Kejadian ini menjadi sorotan utama dalam dunia transportasi laut di wilayah tersebut.