TIMESINDONESIA.MY.ID - Perhelatan musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, baru-baru ini diwarnai oleh sebuah insiden yang menimbulkan polemik dan kecaman luas. Sebuah tantangan hafalan Al-Qur'an yang berhadiah minuman keras (miras) menjadi sorotan utama.

Kejadian ini bermula dari viralnya sebuah video di berbagai platform media sosial. Video tersebut merekam momen unik yang terjadi di salah satu booth produk minuman keras di area festival.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat jelas booth tersebut menyelenggarakan sebuah kontes hafalan. Peserta diminta untuk menghafal salah satu surah dalam Al-Qur'an, yaitu Surat Ad-Dhuha.

Tawaran hadiah yang tidak lazim menjadi daya tarik sekaligus sumber kontroversi. Disebutkan dalam video bahwa pengunjung yang berhasil menghafal surah tersebut akan mendapatkan imbalan berupa minuman keras.

Para pengunjung yang berpartisipasi tampak bergiliran membacakan ayat-ayat Surat Ad-Dhuha. Suasana riuh dengan sorakan dan tepukan tangan terdengar ketika ada peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan hafalan.

Insiden ini segera menarik perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi, sebagian besar bernada kecaman terhadap penyelenggara booth dan festival. Hal ini memicu pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan.

"Polisi turun tangan menyelidiki kejadian yang menuai kecaman tersebut," demikian kutipan dari artikel asli yang mengindikasikan adanya investigasi resmi atas peristiwa ini.

Penyelenggaraan tantangan semacam ini dianggap oleh banyak pihak sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai agama dan kesucian Al-Qur'an. Penggunaan kitab suci sebagai alat untuk mempromosikan minuman beralkohol menuai kritik tajam.

Kejadian ini juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan regulasi yang diterapkan di acara-acara publik berskala besar, terutama yang melibatkan promosi produk yang sensitif secara sosial dan agama. Peran serta pihak berwenang dalam memastikan kelancaran dan ketertiban acara menjadi krusial.