TIMESINDONESIA.MY.ID - Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tengah menghadapi tantangan ganda dalam beberapa pekan terakhir. Selain harus berjuang menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat kini juga terdampak oleh pemadaman listrik bergilir.
Dikutip dari Kompas.com, situasi pemadaman ini memicu keluhan dari warga setempat. Kondisi lingkungan yang dipenuhi asap membuat kenyamanan warga di dalam rumah semakin terganggu saat aliran listrik terputus.
Terkait permasalahan teknis ini, pihak PLN memberikan penjelasan mengenai kendala yang sedang dihadapi. Gangguan operasional pada sejumlah pembangkit menjadi pemicu utama belum optimalnya pasokan listrik ke pelanggan.
"Sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan menyebabkan kemampuan pasokan listrik belum optimal," ujar Senior Manager KKU PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar.
Fajar merinci beberapa fasilitas pembangkit yang saat ini sedang mengalami kendala teknis. Lokasi tersebut mencakup PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.
Sebagai langkah konkret, pihak PLN berkomitmen untuk terus berupaya melakukan perbaikan. Mereka tengah memacu optimalisasi seluruh pembangkit yang ada serta berkoordinasi dengan pengelola terkait untuk mempercepat proses pemulihan daya.
"Untuk itu, PLN terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia serta berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem," kata Faharudin Fajar.
Pihak PLN telah menetapkan jadwal estimasi untuk normalisasi aliran listrik di wilayah tersebut. Pembangkit yang saat ini sedang diperbaiki ditargetkan dapat beroperasi kembali secara bertahap.
Proses pemulihan sistem kelistrikan ini diharapkan selesai dalam waktu dekat. PLN menjadwalkan agar suplai daya kembali normal pada minggu ketiga hingga minggu keempat bulan September 2026.