TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah ratusan warga dan siswa di Kecamatan Gembong mengalami keracunan massal. Kejadian ini diduga kuat berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka terima.
Hingga saat ini, pemerintah setempat masih memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk menangani dampak insiden tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang cepat dan memadai.
Dikutip dari Kompas.com, pendataan intensif terus dilakukan oleh pihak berwenang di lapangan. Berdasarkan pemutakhiran data yang terkumpul hingga Jumat (11/9/2026) pukul 19.00 WIB, tercatat total korban yang menunjukkan gejala keracunan mencapai 424 orang.
Sebagian besar korban yang terdampak merupakan siswa sekolah yang sedang mengikuti program makan bersama. Kondisi ini memicu respons cepat dari berbagai rumah sakit di wilayah Kabupaten Pati untuk menampung para korban.
Dari total keseluruhan korban tersebut, sebanyak 60 orang di antaranya harus menjalani perawatan intensif atau rawat inap di empat rumah sakit rujukan. Sementara itu, sisanya yakni 327 orang lainnya hanya perlu menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan awal.
"Pasien rawat inap tersebar di RS KSH sebanyak 29 anak, RS Mitra Bangsa 16 anak, RSUD Soewondo 9 anak, dan RS Fastabiq Sehat 6 anak," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati, Sugiyono.
Pemerintah daerah berharap kondisi seluruh korban dapat segera membaik dan pulih sepenuhnya. Proses investigasi terkait penyebab pasti keracunan makanan ini pun masih terus didalami oleh pihak-pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, status KLB masih tetap berlaku di wilayah tersebut sebagai bentuk kewaspadaan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah setempat terkait penanganan kesehatan pasca-kejadian.