TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah mengambil langkah strategis untuk menata kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan serta ruang publik yang selama ini terhambat oleh aktivitas perdagangan.

Penertiban ini menjadi sorotan karena kawasan tersebut telah menjadi pusat kegiatan ekonomi informal selama puluhan tahun. Dikutip dari sumber berita terkait, kebijakan ini diambil demi menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertata dan nyaman bagi warga.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau kondisi di lapangan pada Selasa (1/9/2026). Kehadirannya bertujuan untuk memastikan proses penataan berjalan dengan baik bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dalam kunjungannya, beliau menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar menertibkan, tetapi juga menyiapkan solusi bagi para pedagang. Lokasi tambahan sedang disiapkan agar seluruh pedagang tetap memiliki tempat untuk menjalankan usaha mereka.

"Pedagang yang ada di Kramat Jati ini kurang lebih ada 614 sampai dengan 640-an," kata Pramono saat meninjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

Pramono menjelaskan bahwa penataan kawasan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kota. Ia berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi arus lalu lintas dan kebersihan lingkungan sekitar pasar.

"Penataan pedagang Kramat Jati menjadi salah satu upaya Pemprov DKI mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik," ujar Pramono.

Proses relokasi dan penataan ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti bagi para pelaku usaha. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan pasca-penertiban dilakukan.

Pihak Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa hak-hak pedagang tetap menjadi prioritas dalam kebijakan ini. Dengan adanya lokasi baru, diharapkan aktivitas ekonomi tetap bergeliat namun dengan pengaturan yang lebih rapi.