TIMESINDONESIA.MY.ID - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, menyuarakan keprihatinannya atas fenomena banyaknya sarjana di Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan. Ia merasa sedih ketika mengetahui angka tersebut mencapai satu juta orang.
Megawati secara tegas meminta Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDI-P untuk melakukan kajian mendalam. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi akar permasalahan mengapa lulusan perguruan tinggi, yang seharusnya memiliki bekal ilmu pengetahuan, justru kesulitan mencari pekerjaan di tanah air.
"Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta," demikian pernyataan Megawati saat pelantikan pengurus BARAK Pusat PDI-P pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah menginstruksikan badan riset partai untuk membedah secara tuntas alasan di balik tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana. Hal ini penting untuk memahami mengapa kondisi tersebut terus terjadi di Indonesia.
"Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu," ujar Megawati, sebagaimana dikutip dari siaran pers.
Menurut pandangan Megawati, partai politik modern sangat membutuhkan fondasi riset yang kuat dan berbasis sains. Hal ini menjadi krusial dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai agen perubahan.
Ia mengingatkan bahwa badan riset merupakan salah satu instrumen penting bagi sebuah partai politik. Melalui riset, partai dapat memberikan kontribusi nyata dalam menemukan solusi atas berbagai persoalan bangsa yang kompleks.
"Dikutip dari Kompas.com"