TIMESINDONESIA.MY.ID - Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, melakukan kunjungan kerja strategis ke Waduk Jatiluhur yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kunjungan ini dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan serta keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Jakarta.

Langkah ini diambil mengingat adanya tekanan musim kemarau yang berpotensi memengaruhi distribusi air. PAM JAYA berupaya melakukan mitigasi sejak dini agar kebutuhan warga tetap terpenuhi dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, pihak PAM JAYA disambut langsung oleh jajaran pengelola Waduk Jatiluhur dari Perum Jasa Tirta II (PJT II). Hadir dalam pertemuan itu Direktur Usaha Didik Permadi Yoffana serta General Manager Wilayah IV Anom Soal Herudjito.

"Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memastikan suplai air baku dari Waduk Jatiluhur tetap dalam kondisi aman sekaligus memantau langkah mitigasi yang telah disiapkan oleh pihak pengelola waduk," ujar Arief Nasrudin.

Dikutip dari sumber berita terkait, saat ini tinggi muka air di Waduk Jatiluhur tercatat berada pada posisi 96,34 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Meski angka ini mengalami penurunan dari posisi normal, kondisi tersebut dinilai masih sangat terkendali.

Pihak pengelola memastikan bahwa posisi air saat ini masih berada jauh di atas batas bawah operasi waduk. Batas minimal yang ditetapkan untuk operasional waduk diketahui berada di angka 87,5 Mdpl.

Dengan kondisi tersebut, PAM JAYA optimis bahwa pasokan air baku untuk wilayah Jakarta dapat terjaga stabilitasnya hingga akhir tahun 2026 mendatang. Koordinasi intensif dengan Perum Jasa Tirta II akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi secara berkala.

Langkah preventif ini merupakan bentuk komitmen PAM JAYA dalam memberikan pelayanan air bersih yang berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta. Fokus utama perusahaan adalah menjaga agar distribusi air tidak terganggu meskipun menghadapi tantangan perubahan cuaca.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google