TIMESINDONESIA.MY.ID - Kementerian Dalam Negeri berkomitmen melakukan penguatan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah Indonesia melalui pendekatan berbasis data. Langkah ini dilakukan dengan mengintegrasikan Indeks Modal Manusia (IMM) ke dalam setiap rancangan pembangunan daerah.
Dikutip dari sumber berita terkait, kebijakan ini diinisiasi untuk memastikan setiap daerah memiliki acuan yang jelas dalam meningkatkan standar pendidikan dan kesehatan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan capaian pembangunan yang lebih merata di tingkat nasional.
Agenda strategis ini secara resmi disampaikan dalam acara peluncuran Angka Indeks Modal Manusia Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Senin (31/8/2026).
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, hadir langsung untuk meresmikan pedoman penghitungan indeks tersebut. Kehadirannya menegaskan keseriusan pemerintah pusat dalam mengawal implementasi kebijakan ini di tingkat pemerintah daerah.
"IMM ini sangat strategis dan tentunya akan dijadikan pedoman bagi kita dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan," ujar Akhmad Wiyagus.
Pemanfaatan indeks ini diproyeksikan menjadi instrumen krusial bagi kepala daerah dalam menentukan skala prioritas anggaran. Fokus utama diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap produktivitas penduduk jangka panjang.
Melalui penggunaan IMM, pemerintah pusat ingin mempersempit kesenjangan kualitas hidup antarwilayah yang selama ini masih menjadi tantangan. Standarisasi ini diharapkan memberikan gambaran akurat mengenai kebutuhan spesifik setiap daerah dalam pengembangan SDM.
Penerapan pedoman baru ini diharapkan dapat segera diadaptasi oleh seluruh jajaran pemerintah daerah di Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk mewujudkan kemajuan bangsa melalui peningkatan kualitas manusia yang kompetitif dan sehat.