TIMESINDONESIA.MY.ID - Misi kemanusiaan bertajuk Jagat Literasi dan Jernih Berbagi baru saja menempuh perjalanan berat menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi.

Dikutip dari Kompas.com, rombongan tim yang terdiri dari tujuh orang ini memulai perjalanan pada Rabu, 2 September 2026. Mereka berangkat dari Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, tepat pada pukul 18.00 WITA.

Perjalanan tersebut dilakukan dengan menggunakan dua unit mobil untuk mengangkut seluruh anggota tim dan logistik bantuan. Mereka harus menyusuri jalur darat utama di Pulau Flores menuju arah Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Medan yang dilalui tergolong cukup menantang karena kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan dan kawasan hutan lebat. Tim harus ekstra waspada mengingat perjalanan dilakukan pada malam hari dengan rute yang berkelok-kelok.

Durasi perjalanan yang dihabiskan oleh tim untuk mencapai lokasi tujuan memakan waktu lebih dari empat jam. Hal ini disebabkan oleh kondisi medan yang cukup sulit dilalui terutama saat memasuki kawasan rawan bencana.

Dalam perjalanan tersebut, ditemukan beberapa titik jalan yang mengalami ambles akibat kondisi tanah yang tidak stabil. Selain itu, terdapat tumpukan batu berukuran besar yang berserakan di sisi jalan maupun di sepanjang lereng perbukitan.

Kondisi infrastruktur yang rusak tersebut terpantau jelas saat tim mendekati wilayah Nagekeo. Daerah ini merupakan salah satu titik yang terdampak paling parah akibat guncangan gempa pada 15 Agustus 2026 lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun, pusat gempa utama tersebut diketahui berada di laut. Lokasi titik episentrum berada sekitar 30 kilometer di arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google